10 Foto Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Harga Tiket Masuk + Lokasi Wisata Sejarah Sam Poo Kong

Foto : wacana.co
Klenteng Sam Poo Kong Semarang Jawa Tengah - Indonesia memang negara yang unik dan menarik, hal itu dikarenakan Indonesia mempunyai keberagaman Suku, Bahasa, Budaya, hingga Agama. Meski pada awalnya Indonesia hanya mengakui 5 agama yakni Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha.

Namun, pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid yang lebih erat di sapa Gusdur, Indonesia menambah satu lagi agama yang di akui oleh negara yaitu agama Kong Hu Cu.



Jika agama Islam mempunyai Masjid & Musholla sebagai tempat ibadahnya, Kristen Nasrani maupun Protestan dengan Gereja dan Kapelnya, Hindu dengan Puranya, dan Buddha dengan Viharanya, maka agama Kong Hu Cu pun tak ketinggalan dengan Klentengnya.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas ihwal Tempat ibadah agama Kong Hu Cu yang berada di Semarang serta yang didirikan oleh seorang Laksamana beragama Islam.

Tempat ibadah Kong Hu Cu, tapi didirikan oleh seseorang beragama Islam ?
Penasaran kan ?
Simak terus uraian isu hingga simpulan artikel ini ya !

Informasi Umum Dan Sejarah Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Foto : arumsilviani.com
Klenteng Sam Poo Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tongkok berjulukan yang Zheng He / Cheng Ho. Tempat ini biasa disebut Gedung Batu, sebab bentuk nya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu.
Foto : wisatajateng.com
Laksamana Zheng He (Cheng Ho) terlahir dengan nama Ma San Bao, itulah mengapa klenteng atau tempat petilasan untuk Zheng He (Cheng Ho) memakai nama Sam Poo Kong. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) artinya ialah Gua San Bao.
Foto : wikipedia.org
Asal muasal Klenteng Sam Poo Kong ialah ketika armada Laksamana Cheng Ho merapat di pantai Simongan Semarang sebab juru muridnya Wang Jing Hong sakit keras. Sebuah Gua Batu dijadikan tempat beristirahat Laksamana Cheng Ho dan mengobati Wang Jing Hong.

Sementara juru muridnya menyembuhkan diri, Laksamana Cheng Ho melanjutkan pelayaran ke Timur untuk merampungkan misi perdamaian dan perdagangan keramik serta rempah-rempah.
Foto : catperku.com
Selama berada di Simongan, Wang Jing Hong memimpin anak buahnya menggarap lahan, membangun rumah, dan bergaul dengan penduduk setempat. Lingkungan sekitar Gua jadi berkembang dan makmur sebab kegiatan dagang dan pertanian.
Demi menghormati pemimpinnya, Wang Jing Hong mendirikan patung Laksamana Cheng Ho di Gua Batu tersebut untuk di hormati dan dikenang masyarakat sekitar.

Wang Jing Hong meninggal pada usia 87 tahun dan dimakamkan di sekitar situ. Sejak itu masyarakat menyebutnya sebagai makam Kyai Juru Mudi. Ketika Gua Batu akhir longsor, masyarakat membangun gua buatan yang letaknya bersebelahan dengan Makam Kyai Juru Mudi. Irulah asal ajakan dibangunnya Klenteng Sam Poo Kong di Semarang.

Daya Tarik Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Foto : wisatajateng.com
Tempat wisata Klenteng Sam Poo Kong ini bisa dibilang cukup luas dan bisa menampung kunjungan para travellers yang tiba ke tempat ini.

Yang menciptakan tempat ini menarik ialah hampir di keseluruhan bangunan bernuansa merah khas bangunan China. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam Gua Batu diletakkan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Padahal Laksamana Cheng Ho ialah seorang Muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini maklum sebab agama Kong Hu Cu menganggap orang yang sudah meninggal sanggup menawarkan pertolongan kepada mereka.
Foto : kompasiana.com
Umumnya bangunan pada Klenteng Sam Poo Kong didominasi warna merah. Tak hanya pada bangunannya saja, sejumlah lampion yang menghiasi Klentengnya dan pohon-pohon menuju pintu masuk juga berwarna merah.
Foto : jatengtoday.com
Selain itu, bentuk dari bangunan-bangunan Klenteng Sam Poo Kong ini sangat khas dan menarik, sehingga ketika Kamu singgah disana akan mencicipi sensasi menyerupai benar-benar sedang berada di China.

Harga Tiket Masuk Sam Poo Kong Semarang

Setelah mengetahui sedikit isu ihwal tempat wisata Sam Poo Kong Semarang dari asal ajakan dan sejarahnya, hingga daya tarik dari obyek wisata tersebut, mungkin beberapa dari kau tertarik untuk tiba ke Sam Poo Kong.
Foto : gomuslim.co.id
Untuk menikmati keindahan bangunan dari tempat wisata Sam Poo Kong ini Kamu perlu membayar tiket seharga :

Weekdays
- Dewasa : Rp 7.000 /orang
- Anak-anak : Rp 5.000 /anak
- Asing : Rp 10.000 /orang

Weekend
- Dewasa : Rp 10.000 /orang
- Anak-anak : Rp 8.000 /anak
- Asing : Rp 15.000 /anak
Harga Tiket diatas sanggup berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pihak pengelola wisata tersebut
NOTE : Apabila Kamu tiba untuk berdoa atau sembahyang, uang tiket yang Kamu bayarkan akan dikembalikan  mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

Lokasi Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Klenteng Sam Poo Kong berada di kawasan Semarang Barat tepatnya beralamat di Jl. Simongan No. 129, Desa Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148
Foto : manusialembah.com
Bagi warga Semarang sudah tak aneh lagi dengan lokasi Klenteng Sam Poo Kong ini, namun bagi kalian yang berasal dari luar kota atau bahkan luar negeri niscaya galau dan takut tersesat.

Tapi tenang saja, Kamu yang berasal dari luar Semarang dan ingin berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong ini, Kamu bisa memakai derma penunjuk arah dari Google Maps di bawah ini.

Demikianlah uraian singkat mengenai Klenteng Sam Poo Kong Semarang yang bisa saya sampaikan di blog ini. Semoga postingan kali ini sanggup membantu mu yang sedang mencari isu ihwal Sejarah singkat, Daya Tarik, Harga Tiket Masuk (HTM), dan Lokasi dari tempat wisata (religi dan sejarah) Klenteng Sam Poo Kong.
Jangan Tinggalkan Apapun Kecuali Jejak
 Selamat Berlibur
Happy Travelling

● Tempat Wisata
- Klenteng Sam Poo Kong Semarang
● Alamat
- Jl. Simongan No. 129, Desa Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148
● Koordinat Maps
● HTM
- Anak-anak : Rp 5.000 - Rp 8.000
- Dewasa : Rp 7.000 - Rp 10.000
- Asing : Rp 10.000 - Rp 15.000

Post a Comment

0 Comments